Both loathed and loved.

Perasaan semakin dalam ketika gue mengetik ini sambil meminum teh andalan dan menghisap rokok menthol ini. Selama ini, berjalan sangat baik bahkan sangat baik. Hari lepas hari, saat demi saat, kondisi, keadaan dan keterbatasan sudah dirasakan bersama. Begitu juga dengan setiap rasa yang kita rasain satu sama lain. Ketakutan dan ke-khawatir-an yang terkadang menghantui pikiran kita. Eh bukan kita sih, tepatnya yang lebih sering ngerasain sih gue haha. Dia jg memiliki ketakutan yang sama, cuma dia bs lebih menstabilkan perasaan itu karna memang bener ya, jangan terlalu difikirin karna nanti akan ter-sugesti sendiri yang malah nantinya amit-amit jadi kenyataan. Cuma ya karena mungkin gue nya yang terlalu berlebihan jadi suka overthinking, terlalu berfikir jangka panjang yang mana juga gak tau itu bakal dilakuin atau cuma jadi sekedar omongan. Banyak rencana yang lagi-lagi selalu gw rencanakan yang almost malah gak terealisasikan, untuk ini semua. Dari plan A sampe backup plan A, move ke plan B sampe ke backup plan B dan seterusnya. Capek ye mikir mulu. Ini lah termasuk kekurangan gue, yang suka berfikir dan terlalu berfikir sebelum melakukan segala hal yang malah jadinya terwujud yang gak sesuai dengan pemikiran dan plan-plan gue itu. Tapi, Dia selalu dan mungklin belum bosen ingetin gue terus ubtuk jangan terlalu mikirin hal yang jauh kedepan yang kita gak tau apa yang bakalan terjadi. Intinya sih jangan terlalu khawatir dan takut. Hampir dua bulan kita bareng ini, banyak pelajaran yang bisa kita dapet dari pribadi kita dan lingkungan kita masing-masing. Kita sama-sama saling mendidik, mengingatkan, mendukung tanpa adanya rasa curiga. Eh tapi suka ada sih rasa curiga takut bohong-bohong. Tapi semua itu hilang ketika berfikir jernih. Kita sama-sama mengakui apa lagi sih yang mau kita cari? Masa lalu gue dan dia, gak begitu jauh beda. Intinya kita udah kenyang dan udah cukup tau rasanya ini itu.

Dalam gue pribadi, gue mengakui segala penyesalan yang gue rasa di masa lalu. Cenderung, benci banget sih. Gak habis fikir, kesel, benci idih pokonya amit-amit lah. Gak mau mau mau mau lagi gue merasa hal-hal itu lagi dimasa depan.

Ketika gue merasa i am the worst, gw gak worth it dan segala macam yang namanya penyesalan diri, dia selalu bilang ” aku percaya, manusia itu akan berubah.” cuma dengan kata begitu keyakinan gue untuk lebih bisa percaya diri dalam memaafkan masa lalu jadi lebih kuat. Entah apa yang setiap dia bilang, selalu bisa gue terima, meskipun agak kurang enak tapi baik buat gue. Dengan dia, rasa egois dan gengsi pun hilang perlahan. Selalu dan gak pernah ada hentinya terucap kata terimakasih Tuhan untuk apa yang boleh aku rasain sampai dengan saat ini, di dalam perjuangan sulit kita belajar untuk bertahan lebih kuat dan bertahan menjalani semua masalah dalam hidup pribadi kita masing-masing. Dalam keterbatasan dan kekurangan kita saling menguatkan dan mengisi.

Two birds never sing the same song. Di dalam perbedaan agama, kita saling mengingatkan untuk sama-sama lebih dekat dan lebih dalam menguatkan iman kita dengan cara kita yang berbeda. Gue gak pernah takut kalo iman gue semakin kuat dengan cara gue ini, karna gue yakin semua ini pasti akan ada jawaban yang indah. Gak jarang air mata jatuh dalam doa yang tersampaikan, gak jarang air mata jatuh dalam setiap moment yang lagi kita rasain ketika lagi bersama. Memang ini yang namanya ketulusan cinta, ini yang namanya Cara Belajar Cinta Tuhan. Banyak harapan dalam hubungan ini.

Gue dan dia menyadari kalau memang pasti ada dan banyak di luar sana yang jauh lebih baik dari kita, tapi saat ini kita hanya mensyukuri apa yang bisa kita rasain sampai sekarang ini. Banyak berbuat, lebih sedikit berucap lah yang harus dilakuin.

Cinta butuh waktu untuk bisa dirasakan, dirasakan dalam arti ini adalah untuk lebih berjuang melawan kesabaran dalam mewujudkan apa yang kita impi-impikan. Gue gak perduli dengan masa lalu nya, dia sudah banyak belajar dari masa lalunya. Ketulusan gue selama ini karna keyakinan gue untuk masa depan nya.

Untuk pertama kalinya gue meminta ikut campur tangan Tuhan dalam hubungan cinta. Kuasa Tuhan terjadi ketika gue menyadari kekurangan, mengakui kesalahan dan tidak melakukan yang tidak sepantasnya gue lakukan. Itu semua bisa gue rasakan dari awal gue ketemu Bhakti, sampai akhirnya saat ini, yang akan terus merasa bersyukur apa yang akan kita alami.

Ucapan terimakasih terutama pada Tuhan yang menjadikan gue jauh lebih baik, terimakasih untuk Bhakti yang mau menerima keadaan gue apa adanya, yang mau membawa gue di setiap kondisinya, yang mau menghabiskan waktu nya untuk gue. Terimakasih untuk keluarga gue yang mau menerima dengan baik hubungan ini, untuk keluarga Bhakti yang sudah mau bersikap baik dalam hubungan ini. Terimakasih untuk teman-teman yang mendukung gue dengan doa dan ucapan baik untuk hubungan ini.

He know me in a way no one ever has. He open me to things i never existed. He drive me to insanity and push me to my depths. He is the beat of my heart, the pulse of my veins and the energy of my soul. It is you Bhakti. You and my next living.

Advertisements